Kamis, 27 Oktober 2011

Analisa Mengenai Lucifer

Pandangan gereja
Sebetulnya Michael dan Lucifer sederajat. Mereka berdua adalah malaikat yang paling agung dari semua malaikat di surga. Namun Lucifer sering berbuat baik terhadap malaikat lainnya sehingga waktu itu dibandingkan Michael dia lebih banyak dipuji-puji malaikat lain .
Lucifer menjadi serakah. Dia berhasil merekut sepertiga dari berpuluhribu malaikat di surga dan berniat untuk melawan Allah dan ingin meninggikan derajatnya dengan Allah. Dalam buku paradise lost, Michael sebetulnya tidak ingin berperang untuk hal ini dan ia hanya melemahkan hati Lucifer yang sudah kacau balau, namun itu bisa dipertimbangkan sebagai perang juga. Dalam peperangan itu tak ada yang menang. Allah kemudian melempar Lucifer dan pengikutnya ke Bumi yang masih kosong belum tercipta sempurna karena hal ini.
Pada saat itu Lucifer berjanji, dia akan membuat ciptaanNya berlutut dihadapannya.
Lalu Allah menurunkan [Manusia] ke bumi, dengan maksud tersembunyi menyadarkan lucifer bahwa manusia yang derajatnya yang lebih rendah bisa lebih mulia dari Lucifer. Walaupun dalam beberapa hal bisa disebut gagal.
Peran Lebih Jauh Lucifer.
Menurut tradisi Kristen,Lucifer bukan malaikat biasa, ia juga telah membinasakan manusia, salah satu contohnya seperti menggerakkan Antikristus dan gereja setan dan Manusia dibuatnya seperti Gila dan berlutut dihadapannya.
Setelah kejatuhannya, Lucifer mendirikan kerajaannya di perut bumi, atau neraka. Salah satu pembantu setianya, Mammon, menemukan logam neraka yang dengannya Lucifer membangun ibukotanya, Pandemonium. Satu slogan yang terkenal berkaitan dengan Lucifer adalah “lebih baik di neraka sebagai penguasa daripada di sorga tapi melayani”.
Selanjutnya Lucifer bersatu dengan Lilith, iblis betina, yang sebenarnya istri pertama Adam. Dari penyatuan Lucifer dan Lilith ini lahirlah jutaan iblis-iblis yang mengganggu manusia.
Lucifer juga dikenal sebagai Setan, Penguasa Neraka, Sammael, Ular Tua, dan Iblis.
Penafsiran Kata Lucifer
A 2nd-century sculpture of the moon goddess Selene accompanied by Hesperus and Phosphorus: the Morning star was later Latinized as “Lucifer”.
Yesaya 14:12,
LAI TB : Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!” Hebrew, אֵיךְ נָפַלְתָּ מִשָּׁמַיִם הֵילֵל בֶּן־שָׁחַר נִגְדַּעְתָּ לָאָרֶץ חֹולֵשׁ עַל־גֹּויִֽם׃ Translit Interlinear : ‘ÊYKH {wahai} NÂFALETÂ {engkau jatuh} MISYÂMAYIM {dari langit} HÊYLÊY {bintang timur} BEN-SYÂKHAR {anak fajar} NIGEDA’ETÂ {engkau dipotong} LÂ’ÂRETS {ke bumi} KHÕLÊSY {engkau mengalahkan} ‘AL-GÕYIM {atas bangsa-bangsa}.
Kata “Lucifer” digunakan oleh Jerome di abad keempat ketika menerjemahkan Vulgata (Alkitab Latin). Ungkapan Ibrani “HEYLEL BEN-SYAKHAR”; “HEYLEL” adalah kata Ibrani untuk “bintang Timur” alias planet Venus, sedangkan “BEN-SYAKHAR” harfiah “anak (putra) Fajar”.
Latin’s Vulgate,
“quomodo cecidisti de caelo lucifer qui mane oriebaris corruisti in terram qui vulnerabas gentes”.
Kata Lucifer muncul dalam Alkitab Terjemahan seperti King James Version/ Douay Rheims/ Darby , mungkin diserap dari Alkitab Latin (Vulgata).
King James Version,
“How art thou fallen from heaven, O Lucifer, son of the morning! how art thou cut down to the ground, which didst weaken the nations!”
Douay Rheims,
How art thou fallen from heaven, O Lucifer, who didst rise in the morning? how art thou fallen to the earth, that didst wound the nations?
Darby,
How art thou fallen from heaven, Lucifer, son of the morning! Thou art cut down to the ground, that didst prostrate the nations!
dalam terjemahan NIV tidak ada kata Lucifer :
Ketidakadanya kata “Lucifer” bisa terkait dalam “Gerakan Hanya Alkitab King James” (King James Only Movement) yang menyatakan bahwa alkitab-alkitab modern kecuali Alkitab King James tahun 1611 merupakan hasil kopi yang telah dirusak dan tidak bisa dipercaya lagi sepenuhnya.
New International Version,
“How you have fallen from heaven, O morning star, son of the dawn! You have been cast down to the earth, you who once laid low the nations!”
dalam terjemahan YLT tidak ada kata Lucifer :
Young’s Literal Translation,
How hast thou fallen from the heavens, O shining one, son of the dawn! Thou hast been cut down to earth, O weakener of nations.
Naskah Masora Ibrani hanya menulis HEYLEL dari kata HALAL, “memuji”. Dalam ayat itu tidak dijumpai kata Iblis (Ibrani : SATAN). Kata Indonesia setan hanya dijumpai dalam Perjanjian Baru.
Tidak ada kata Lucifer dalam Perjanjian Baru Yunani maupun Alkitab Ibrani. Kata Lucifer adalah kata terjemahan, bukan kata dalam bahasa asli Alkitab. Bandingkan dengan terjemahan lain yaitu dari sumber-sumber Yahudi HNV, Hebrew Names Version of the World English Bible.
Hebrew Names Version of the World English Bible,
“How you are fallen from heaven, Heylel, son of the morning! How you are cut down to the ground, who laid the nations low!”
Jewish Publication society Tanakh,
How art thou fallen from heaven, O day-star, son of the morning! How art thou cut down to the ground, that didst cast lots over the nations!
The Orthodox Jewish Bible,
“How art thou fallen from Shomayim, O Heilel Ben Shachar! How art thou cast down to the earth, thou, which hast laid low the Goyim!”
Jadi jelas, bahwa kata Lucifer adalah terjemahan dalam bahasa Latin, digunakan dalam Vulgata, Alkitab bahasa Latin yang dipakai di kalangan Katolik.
Jika kita baca konteks Yesaya 14:1-23, ayat tentang Lucifer ini mengacu kepada raja Babel : – Ada yang mengatakan Nebukadnezar. – Ada pula yang mengatakan ada raja Babel yang bernama Heylel bin Syakhar.
Kita tinjau terjemahan SEPTUAGINTA (Yunani) untuk ayat Yesaya 14:12 sbb :
LXX, πως εξεπεσεν εκ του ουρανου ο εωσφορος ο πρωι ανατελλων συνετριβη εις την γην ο αποστελλων προς παντα τα εθνη Translit : pôs exepesen ek tou ouranou ho heôsphoros ho proi anatellôn sunetribê eis tên gên ho apostellôn pros nanta ta ethnê
Septuaginta menerjemahkannya ‘ho heosphoros ho proi’; ‘heos’ berarti “hingga”, “sampai”, ‘phoros’ berarti “cahaya” dan ‘proi’ adalah “dini hari”.
Mengapa ada yang menghubungkan Lucifer dengan Iblis? Ya, namanya juga penafsiran…..
Beberapa penafsir beranggapan bahwa ayat-ayat ini bukan hanya mengacu kepada raja Babel, tetapi juga berisi acuan yang terselubung kepada Iblis. Mereka menghubungkan hal ini dengan pernyataan Yesus Kristus di bawah ini:
Lukas 10:18,
“Lalu kata Yesus kepada mereka: ‘Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.’” TR, ειπεν δε αυτοις εθεωρουν τον σαταναν ως αστραπην εκ του ουρανου πεσοντα Translit Interlinear : eipen {Dia berkata} de {dan} autois {kepada mereka} etheôroun {Aku melihat} ton satanan {Setan} hôs {seperti} astrapên {kilat} ek {dari} tou ouranou {langit} pesonta {jatuh}
Penafsir lain beranggapan bahwa ayat-ayat ini mungkin mengacu kepada antikristus akhir zaman yang akan memerintah “Babel”.

Pengarang : Andreas C. H. P

Rabu, 26 Oktober 2011

Hirarki Kerajaan Iblis

  1. Lucifer sendiri, Pemimpin Tertinggi dari Kerajaan Kegelapan, sumber kejahatan, sumber kekuatan ilmu sihir.
  2. Rosa, yang disebut Naga, mereka yang berdoa rosario secara langsung berkomunikasi dengannya.
  3. Maria Marguela, sosok yang sering muncul dalam penglihatan dan mimpi, berperan untuk menyamar sebagai bunda Maria, ibu Tuhan kita, Yesus Kristus, dengan maksud untuk membutakan / menipu pikiran anak-anak Tuhan. Roh ini (malaikat yang jatuh) mengendalikan seluruh jenis mahkluk di dunia di bawah air.
  4. Ke 57 malaikat yang jatuh itu mengelilingi Lucifer sebagai pengawal pribadinya.
  5. Roh-roh jahat yang adalah malaikat-malaikat yang jatuh di dalam neraka. Mereka merupakan kuasa-kuasa yang menghancurkan yang sangat kuat dan mereka sangat gemar akan darah. Bila mereka dipanggil keluar dari neraka untuk suatu tugas di atas bumi, maka mereka tidak akan kembali tanpa menghancurkan segala sesuatu yang mereka lalui.
  6. Malaikat-malaikat lain yang jatuh di atmosfir udara atau di angkasa. Mereka adalah roh-roh penipu yang membutakan manusia agar tidak mengenal Allah yang benar (Bapa, Putera dan Roh Kudus).
  7. Sebagian roh-roh orang mati yang sebelumnya hidup dalam dosa. Bila seseorang yang hidup di dalam dosa di bawah pimpinan roh-roh penipu itu mati, maka roh-roh itu akan meninggalkannya dalam keadaan tetap sebagai roh manusia, yang kemudian berkelana melayang-layang mencari kesempatan untuk menguasai manusia yang hidup.
  8. Murid-murid Lucifer : 140 murid yang lulus setiap 10 tahun sekali. Setiap 10 tahun, Lucifer memilih dari seluruh negara-negara di dunia, orang-orang yang dianggap berkualifikasi untuk menjadi murid-murid sekolah rahasianya. Mereka begitu ahli di dalam hal memanfaatkan roh-roh jahat, terutama roh-roh orang mati yang tidak memiliki Yesus dalam hidup mereka dan mereka yang memiliki moral rendah, sekalipun mereka mengaku memiliki Yesus dalam hidup mereka di bumi.
  9. Utusan-utusan : (dikirim sebagai wakil-wakil setan di dalam masyarakat manusia). Peran mereka adalah untuk bekerja bagi Lucifer dan bagi keuntungan kerajaannya ; mereka termasuk tukang tenung, dukun, tukang sihir dan sebagainya.
  10. Pengguna barang2 setan yaitu orang-orang yang mempergunakan barang-barang dari utusan2 setan untuk membuat hidup mereka berhasil secara materi dan fisik, tetapi tidak menaruh perhatian sedikitpun terhadap setan.

Sumber : The Book of Leviathan, The Book of Satan, Lucifer Rising dan Derek Prince Ministries


Pengarang : Andreas C. H. P

BERAPA JUMLAH MALAIKAT?

Walaupun Kitab Suci tidak memberikan jumlah yang pasti, tapi kita diberitahukan bahwa jumlah malaikat sangat banyak (Daniel 7:10; Matthew 26:53; Hebrews 12:22). Kelihatannya malaikat diciptakan hanya pada satu kali. Tidak ada malaikat baru yang ditambahkan. Malaikat tidak akan mati atau dalam bentuk apapun atau punah; oleh sebab itu mereka juga tidak akan berkurang.
Kelihatannya masuk akal untuk mengatakan, bahwa jumlah malaikat dalam keberadaan sebanyak jumlah manusia sepanjang sejarah.

Pengarang : Andreas C. H. P

BAGAIMANA AWAL MALAIKAT?

Kitab Suci berbicara mengenai penciptaan malaikat, oleh sebab itu, jelas sekali bahwa mereka tidak diciptakan pada awal keabadian(Nehemiah 9:6; Psalm 148:2,5). Colossians 1:16-17 explains:
“dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.”
Waktu penciptaan mereka tidak pernah disebutkan secara pasti, tapi mungkin sekali waktu penciptaannya terjadi berhubungan dengan penciptaan langit dalam Genesis 1:1. Mungkin terjadi bahwa Tuhan menciptakan mereka segera setelah penciptaan langit – sebelum penciptaan dunia berdasarkan pada Job 38:4-7, “anak-anak Allah berteriak bersukacita” ketika Dia menaruh dasar Bumi.

Pengarang : Andreas C. H. P

SIAPA DAN APA MALAIKAT ITU?

Kata “malaikat” sebenarnya berasal dari bahasa Yunani aggelos, yang berarti “pembawa pesan.” Kata Ibrani yang sama mal’ak mempunyai arti yang sama.
Kadangkala, Alkitab menggunakan kata ini untuk sebutan kepada seseorang:
Seorang biasa yang membawa pesan (Job 1:14; Luke 7:24; 9:52)
Nabi-nabi (Isaiah 42:19; Malachi 3:1)
Imam (Malachi 2:7)
Pemimpin Gereja (Rev 1:20)
Terkadang, kata ini menggambarkan sesuatu atau kejadian sebagai “pembawa pesan”…
tiang awan (Exodus 14:19)
wabah atau penyakit (2 Samuel 24:16-17)
Tapi biasanya kata ini menggambarkan sekelompok roh yang telah Tuhan ciptakan, termasuk malaikat baik dan jahat, dan beberapa katagori khusus seperti cherubim, seraphim, dan archangel. Kata malaikat disebut paling tidak 108 kali dalam Perjanjian Lama dan 165 kali di Perjanjian Baru (Chafer, Systematic Theology, II, 3). ADa banyak sekali informasi di Kitab Suci bagi kita untuk membangun dasar pengetahuan kita mengenai makhluk malaikat ini.


Pengarang : Andreas C. H. P

APAKAH MANUSIA DAPAT MENJADI MALAIKAT SETELAH MATI?

Tidak, malaikat tidak memuja manusia biasa.menjelaskan bahwa malaikat tidak menikah atau mempunyai anak seperti manusia biasa, dan Hebrews 12:22-23 mengatakan pada saat kita sampai di Yerusalem Surgawi, kita akan dipertemukan dengan “beribu-ribu malaikat” dan “roh orang-orang benar yang telah disempurnakan”—dua kelompok yang terpisah.
Malaikat adalah teman atau sahabat, bukan berasal dari suatu keturunan nenek moyang (Luke 20:34-36). Kita disebut “anak manusia,” tapi malaikat tidak pernah disebut “anak malaikat”


Pengarang : Andreas C. H. P

Hirarki Malaikat

Baik umat kristen pada umumnya (termasuk katolik) dan umat Yahudi, sama-sama mengakui adanya semacam hirarki malaikat. Sekarang ini, umat katolik mengakui adanya 9 tingkatan dalam Celestial Hierarchy ini. saya agak kurang tahu pandangan detail dari denominasi kristen yang lain tentang alkitab (mungkin Bung Joas atau yang lain ada yang ingin menambahkan disini), tapi adanya 9 tingkatan ini diakui juga oleh kawan-kawan saya dari methodist dan anglikan. Umat yahudi sendiri mengakui struktur yang berbeda tergantung sumbernya (apakah dari konsep tradisional , ataukah dari mistik Kaballah dan Hekalot, dimana struktur angelology mistik Yahudi mencapai tingkat kompleksitas yang luar biasa
Sebelum sampai pada klasifikasi yang umum diterima sekarang, sebenarnya terdapat beberapa model struktur tentang hierarki Malaikat dalam Gereja. Namun pandangan yang paling berpengaruh justru struktur yang tertulis dalam “Celestial Hierarchy” oleh Pseudo-Dionysus di abad ke-5 (disebut pseudo, karena walaupun tertulis “dikarang” oleh St. Dionysus, sebenarnya tidak diketahui siapa pengarangnya).
Dalam Pseudo-Dionysus Areopagite, dan juga dalam Summa Theologia, struktur Angelic Hierarchy adalah :
- Seraphim
- Cherubim
- Thrones
- Dominion
- Virtues
- Powers
- Principalities
- Archangels
- Angels
Pada jamannya sendiri, pandangan diatas bukanlah pandangan yang unik. Paus. St. Gregory The Great, dalam homilia, mempunyai pandangan yang sedikit berbeda (walaupun tetap mengakui 9 tingkat), yaitu :
- Seraphim
- Cherubim
- Thrones
- Dominion
- Principalities
- Powers
- Virtues
- Archangels
- Angels.
Pandangan adanya 9 tingkatan dalam Celestial Hierarchy ini (walaupun dalam urutan berbeda) juga diakui oleh St. Ambrose dalam Apologia Prophet David, St John Damaskus dalam De Fide Orthodoxa, dan St. Isidore of Seville dalam Etymologiarum (walaupun dalam bukunya yang lain, De Ordine Creaturarum, St. Isidore hanya mengakui adanya 7 tingkatan). St. Jerome, di lain pihak , mengakui hanya 7 tingkatan, sementara dalam Clementine Liturgy of the Mass, malah diakui adanya 11 tingkatan malaikat.
Pandangan Gereja saat ini lebih umum mengikuti apa yang ditulis Summa Theologia, yang juga sama dengan apa yang ditulis dalam Pseudo Dionysus Areopagite.
* Seraphim
Ditulis paling jelas dalam kitab Isaiah, Seraphim digambarkan sebagai mahluk bersayap 6 dan selalu berada di sisi Tuhan, sambil senantiasa memuji Tuhan terus menerus. Menurut tradisi, Malaikat yang menampakkan diri kepada St. Francis Asisi adalah malaikat dari ordo Seraphim (sesuai dengan deskripsi 6 sayap), (mungkin benar-benar perkecualian, karena St. Gregory The Great sempat meragukan apakah malaikat-malaikat dari ordo tertinggi ini pernah dikirim Tuhan ke dunia).
* Cherubim
Kata “Cherub” berasal dari bahasa Assyrian kirubu, yang berarti “dekat”, yang berarti juga “pengawal pribadi”. Cherubim paling sering disebut dalam kitab perjanjian lama sebagai figur yang terdapat dalam tutup Ark of Covenant. Cherubim juga tertulis dalam perjanjian lama sebagai figur malaikat yang dibuat oleh Raja Salomon dan juga figur yang disulam dalam kain yang menutupi bait Allah di Jerusalem.
* Thrones, Dominion, Principalities
Ke-tiga tingkatan ini disebut dalam surat Paulus ke umat-umat di Kolose. Tidak banyak disebut dalam kitab-kitab lain di alkitab. Diduga St. Paulus mengambil dari sumber-sumber kitab-kitab yahudi yang tidak termasuk dalam kanon Gereja.
* Virtues & Powers
Juga disebut dalam surat paulus ke jemaat di Efesus. Selebihnya juga tidak disebut dalam kitab-kitab lain di alkitab.
* Archangel, “The Magnificient Seven”
Istilah ini muncul dalam Kitab Jude dan Thessalonika. Selain itu, Tradisi Gereja percaya, ordo inilah yang dimaksud St. Raphael saat membuka identitasnya di depan Tobit & Tobias sebagai satu dari tujuh malaikat yang berdiri di hadapan Tuhan (Walaupun dalam Talmud , beberapa Malaikat yang kita kenal sebagai Archangel juga dikenal termasuk dalam ordo Thrones). Referensi paling awal tentang nama-nama “The Magnificent Seven” ini terdapat dalam Kitab Enoch I yang terdapat di Gereja Ethiopia. Kemudian catatan tentang ketujuh Archangel ini juga ada pada Kitab Enoch versi Yahudi (atau lazimnya disebut 3 Enoch). Paus St. Gregory the Great juga menyetujui dan mengakui adanya 7 Archangel, dan bahkan menulis nama-namanya, sama halnya dengan Pseudo-Dionysus.
Dalam alkitab, hanya ada 3 nama Archangel yang tertulis (menghitung kitab Tobit dalam Deuterokanonika), yaitu St. Mikhael, St. Gabriel, dan St. Raphael. Lalu yang empat lagi ? kita tidak akan pernah tahu dan sebenarnya juga tidak terlalu perlu untuk tahu. Namun demikian, dari 2 sumber yang sering direferensikan, dapat ditulis sebagai berikut (catatan : daftar ini sama sekali tidak kanonik.)
Menurut St. Gregory The Great , nama ke-7 Archangel adalah:
1. Mikhael
2. Gabriel
3. Raphael
4. Uriel
5. Simiel
6. Orifiel
7. Zachariel
Sedangkan menurut Pseudo-Dionysus , nama ke-7 Archangel adalah:
1. Mikhael
2. Gabriel
3. Raphael
4. Uriel
5. Chamuel
6. Jophiel
7. Zadkiel
* Angels
Tingkatan terakhir dalam Celestial Hierarchy, Angels inilah yang dipercaya yang menjadi Guardian Angels dari setiap orang. Tradisi Gereja mempercayai bahwa Malaikat-malaikat dalam ordo inilah yang paling sering berhubungan dengan manusia.
bahasa ibrani angel adalah mala’ak, dibaca indonesia jadi malaikat
Fakta tentang Malaikat (http://angel-beside-me.blogspot.com/2007/12/fakta-tentang-malaikat.html)
Para malaikat dikelompokkan menjadi 9 kelompok paduan suara surgawi.
Setiap kelompok paduan suara terdiri dari malaikat-malaikat yang memiliki misi sama.
9 kelompok paduan suara tersebut dikelompokkan lagi menjadi 3 tingkatan.
Tingkat pertama atau yang paling tinggi adalah malaikat dari kontemplasi sejati, yang terdiri dari malaikat Seraphim, kerubhim dan Singgasana.
Malaikat Seraphim sebagai malaikat tertinggi memahami Allah dengan sangat jelas dan karenanya nyala cinta mereka paling panas.
Malaikat Kerubhim juga memahami Allah namun tidak sejelas malaikat Seraphim. Malaikat Kerubhim memahami lebih pada penyelenggaraan Allah.
Malaikat Singgasana memahami kuasa dan penghakiman Allah.
Tingkat yang kedua terdiri dari malaikat Penguasa, Kebajikan dan Kekuatan.
Malaikat Penguasa memerintah malaikat-malaikat di bawahnya.
Malaikat kebajikan menerima perintah dari malaikat penguasa dan menjalankan alam semesta.
Malaikat Kekuatan memerangi pengaruh buruk yang berlawanan dengan rencana penyelenggaraan kebajikan.
Tingkat ketiga terdiri dari malaikat Kerajaan, Malaikat Agung dan malaikat Kudus.
Malaikat Kerajaan mengurus suatu negara, bangsa atau kota.
Malaikat Agung menyampaikan pesan penting Allah pada manusia. Malaikat Mikael, Gabriel dan Rafael termasuk dalam kelompok ini.
Malaikat Kudus adalah malaikat pelindung manusia.
Misi para malaikat adalah membantu manusia di dunia untuk dapat masuk kerajaan surga.
Untuk dapat merasakan kekuatan malaikat, manusia perlu berdoa, puasa, meditasi dan keheningan.
Malaikat biasanya tidak turut campur dalam kehidupan manusia kecuali kalau mereka diundang secara pribadi oleh manusia.
Setiap malaikat unik dan berbeda satu sama lain.
Malaikat saling berkomunikasi satu sama lain secara langsung.
Malaikat dapat melihat segala sesuatu di bumi ini.
Setiap manusia memiliki malaikat pelindung yang mencintai kita tanpa syarat. Kita dapat setiap saat meminta bantuan kepada malaikat pelindung dalam setiap permasalahan yang kita hadapi

Sumber : The Book of Leviathan